Reportase
Forum Nasional Business Matching dan Aksi Afirmasi Peningkatan Penggunaan Produk Alat Kesehatan Dalam Negeri
28 – 30 Juni 2022
Pada Selasa – Kamis (28-30/6/2022), bertempat di Yogyakarta, Direktorat Ketahanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan “Forum Nasional Business Matching dan Aksi Afirmasi Peningkatan Penggunaan Produk Alat Kesehatan Dalam Negeri”. Kegiatan ini bekerjasama dengan ASPAKI dan GAKESLAB. Ketahanan industri dalam negeri menjadi penting dalam upaya pengembalian setelah bencana pandemi melanda. Salah satu sektor yang menjanjikan dan mampu mendongkrak perekonomian dalam negeri adalah produk alat kesehatan. Pemilihan lokasi acara di Yogyakarta pun bukan hanya kebetulan, melainkan dengan mengusung daerah yang dikenal sebagai kota pendidikan diharapkan mampu memberi pengaruh baik kepada daerah lain supaya mampu mendidik masyarakatnya lebih mencintai dan menggunakan produk dalam negeri.
Melalui forum nasional ini diharapkan dapat memacu sektor industri alat kesehatan untuk lebih inovatif dan produktif, dengan menggandeng akademisi dan industri. Industri alat kesehatan juga diharapkan dapat lebih memperbaiki kualitas dan kuantitas produknya agar mampu berdaya saing di tingkat dalam negeri, dan kelak merambah luar negeri.
Selain itu, ujar Rizka Andalusia, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kementrian Kesehatan, sektor industri alat kesehatan masih didominasi produk impor yang dilakukan oleh pelaku kesehatan baik di tingkat pusat dan regional. Sehingga diperlukan komitmen dan upaya bersama di tingkat pusat dan daerah, pemangku kebijakan, fasilitas kesehatan, produsen alat kesehatan, dan asosiasi industri alat kesehatan. Dalam APBN 2022, 15% dari belanja kesehatan dialokasikan untuk alat kesehatan, dan 57% dari jumlah tersebut dapat digunakan untuk belanja produk dalam negeri. Hingga saat ini, komitmen pusat sudah mencapai 19 Triliun rupiah untuk pembelanjaan produk dalam negeri.
Berbagai upaya untuk meningkatkan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri telah diupayakan oleh Kemenkes. Salah satunya dengan upaya twist produk impor jika sudah tersedia produk dalam negeri dengan spesifikasi yang setara dan jumlahnya mencukupi. Twist tidak hanya dilakukan di e-katalog, tapi juga diperlukan kecermatan konsumen untuk lebih memilih produk dalam negeri. Pemerintah juga mengupayakan mutu produk dalam negeri ditingkatkan, salah satunya dengan forum business matching. Sehingga para pengguna di rumah sakit atau fasilitas kesehatan dapat mempelajari dan membandingkan produk dalam negeri yang tidak kalah dengan produk impor.
Upaya – upaya tersebut tujuan utamanya adalah untuk menyelamatkan devisa negara. Dengan membeli produk dalam negeri, artinya juga membantu pemberdayaan sumber daya dalam negeri. Pemberdayaan tersebut akan meningkatkan kemampuan dan ketahanan negara Indonesia.
Rekaman Kegiatan dapat diakses pada tautan berikut:
-
Webinar Hari 1
Business Matching dan Pameran Aksi Afirmasi Peningkatan Penggunaan Alat Kesehatan Dalam Negeri
-
Webinar Hari 2
Business Matching dan Pameran Aksi Afirmasi Peningkatan Penggunaan Alkes Dalam Negeri (Hari 2)
-
Webinar Hari 3
Business Matching dan Pameran Aksi Afirmasi Peningkatan Penggunaan Alkes Dalam Negeri (Hari 3)
Materi Kegiatan dapat diakses pada tautan berikut:
Reporter: dr. Alif Indiralarasati (PKMK UGM)
Leave a Reply